Home > Sex > Wanita di atas ranjang

Wanita di atas ranjang

November 8, 2009 Leave a comment Go to comments

Kaum wanita cenderung lebih sulit mencapai kepuasan untuk urusan bercinta. Karena itu untuk mencapai kepuasan maksimal bersama, ada baiknya Anda memahami apa yang diinginkan oleh kaum wanita ketika berada di tempat tidur. Yuk kita intip bersama..

Untuk memahami wanita di tempat tidur memang butuh seni tersendiri. Kiat-kiat apa saja yang harus diperhatikan? Kunci membahagiakan wanita adalah memenuhi keinginan-keinginannya. Sekalipun wanita tak semua memiliki karakter pasif dan sifat tak terbuka dalam hal sex, namun sesungguhnya mereka memiliki keinginan yang sama, yaitu keintiman yang hangat di tempat perpaduan. Mereka tidak ingin tempat tidur dilewati dengan rasa mencekam dan hambar.

Persoalannya, apa saja yang perlu diperhatikan kaum pria untuk memahami keinginan wanita di tempat tidur?

1. Tempat dan Suasana Romantis
Tempat dan suasana adalah faktor penting bagi kaum wanita dalam proses menikmati bercinta. Sebab, bagaimana ia bisa enjoy kalau tempat saja berantakan, kotor, tidak nyaman, sementara suasana tegang, berisik, dan membuatnya gelisah? Secara umum, wanita membutuhkan tempat dan suasana yang romantis.

Untuk itu dimanapun tempat itu berada, kamar tidur haruslah rapi, bersih, jauh dari kebisingan tidak mudah terdengar orang lain atau anak-anak, syukur kedap suara. Yang penting, terasa aman dan nyaman. Sesekali, hotel, resort di akhir pekan merupakan pilihan yang sangat baik untuk menghilangkan kejenuhan.

Untuk menciptakan suasana, cahaya remang redup, wewangian yang lembut, musik romantis bisa menghanyutkan emosi wanita. Dan agar surprise, menyemprot atau mengolesi tubuh dengan parfum dan bebauan wangi penting bagi pria. Bau keringat yang menusuk, apalagi apek bisa merusak suasana. Yang penting tubuh harus bersih dan sehat.

Saat sudah berada di peraduan, luangkan waktu untuk ngobrol ringan, bercerita atau apa pun yang pada dasarnya mencairkan kebekuan dan kekakuan sehingga keinginan – keinginan yang tertahan akan muncul terucapkan. Bahkan kalu perlu, ungkapkan keinginan Anda dan tanyakan keinginannya.

2. Taburkan kata-kata cinta
Wanita sebenarnya lebih menginginkan kemesraan daripada kegiatan sex itu sendiri. Sex mungkin penting, tetapi bukanlah prioritas dalam hubungan emosional. Karena itu kata-kata cinta yang romantis memberi arti dan membuahkan kenikmatan yang besar. Wanita, bahkan, tidak peduli benar apakah kata-kata cinta, pujian, rayuan itu diucapkan dengan sepenuh hati atau tipuan gombal. Baginya, kata-kata indah itu telah menyentuh emosinya yang dalam sebagai wanita yang dihargai, diperhatikan dan juga dimanja.

Belaian, usapan, pelukan jauh lebih berharga daripada sex itu sendiri, karena sex dalam persepsi umum lebih merupakan kebutuhan biologis dan luapan nafsu kaum laki-laki.

Posisikan wanita sebagai makluk berharga dan dibutuhkan, karena ia memang layak mendapat perlakuan yang baik. Apalagi umumnya, wanita peka terhadap sesuatu yang menyangkut perasaan hatinya. Wanita sangat senang jikalau dirinya dipuji, apalagi dilakukan dengan tulus. Pujian sangat diperlukan karena setiap orang mempunyai harga diri atau pengakuan. Dengan demikian rasa aman, nyaman dan gairah pun timbul.

Bisikan mesra kata cinta bahwa dialah yang wanita tercantik dan terbaik dengan sepenuh hati dengan ekspresi serius adalah dambaan wanita. Apalagi ketika mendengar pria pasangannya mengatakan begitu bangga dapat memiliki dan mencintainya. Bukankah Anda memang (pernah) mencintainya.

3. Ciuman dan Variasi Pemanasan
Jangan coba-coba melakukan secara langsung to the point. Jujur, tindakan seperti itu sangat dibenci kaum wanita, betapapun ia mencintai Anda. Wanita tidak ingin diperlakukan sebagai obyek nafsu, tidak berperasaan karena itu hanya dilakukan terhadap binatang.

Wanita lebih sulit terangsang, sehingga perlu waktu yang lebih panjang untuk proses pemanasan. Sekurang-kurangnya dibutuhkan waktu 30 menit sebelum fase perangsangan mencapai puncak diperlukan variasi pemanasan.

Ciuman perlu diterapkan sebagai ekspresi dari sikap dan perasaan sayang. Karena wanita dapat menangkap hati dan jati diri pria pasangannya, lewat ciuman yang hangat dan mendalam.

Apalagi, ciuman merupakan bahasa komunikasi yang membakar dan sedikit wanita yang terbakar oleh kekuatan ciuman.

Demikian juga sentuhan-sentuhan erotis yang memang bertujuan untuk membangkitkan gairah. Jangan ragu-ragu melakukannya, tapi toh semua itu harus dilakukan dengan penuh perasaan, karena disitulah wanita melihat kesungguhan laki-laki akan dirinya.

4. Kembangkan Posisi
Apakah wanita menginginkan variasi posisi bercinta? Walaupun wanita jarang mengucapkan kalimat verbal untuk perubahan posisi, tetapi sesungguhnya mereka juga menginginkan dan menikmatinya. Sebagaimana lazimnya, kebosanan bisa saja menyeruak terhadap hubungan yang berjalan monoton, dari itu ke itu saja.

Karena itu, berganti-ganti posisi juga dianjurkan kala melakukan percintaan. Dan sebaiknya dilakukan sepanjang tidak menyiksa wanita dan diinginkan (setidaknya, tak ditolaknya). Dengan berganti-ganti gaya bercinta, malah menjadi pengalaman baru bagi yang belum pernah melakukan. Untuk pemahamannya dapat melihat dari gambar di buku, pengetahuan tentang sex atau film. Begitu banyak posisi yang ada dan mungkin dikembangkan, tidak hanya atas atas – bawah atau samping. Ada buku ‘Kamasutra’ dan juga teknik lain yang jadi bibliografi dalam budaya masing-masing masyarakat dan budaya.

Meski begitu, jangan pula terpaku dengan berbagai posisi karena selama bercinta tetap harus melakukan perabaan ke bagian tubuh yang peka, agar tetap panas. Tentu belaian dengan kasih sayang dan sepenuh hati.

5. Tetap hangat After Play
Orgasme memang harapan dan impian setiap wanita. Tapi harap diketahui, tidak selalu kegagalan orgasme para wanita ditanggapi dengan rasa kecewa. Solanya, seperti yang sudah disebutkan tadi, aktivitas sex bukanlah prioritas wanita dalam hubungan emosional. Banyak wanita bahkan sudah cukup merasa puas ketika pasangannya mendapatkan kepuasan darinya.

Biasanya orgasme pria muncul setelah ejakulasi, tapi tidak selalu karena itu hal yang terpisah. Yang pasti, setelah terjadi ejakulasi, pria umumnya mengalami kelelahan karena energinya terkuras dan hal yang sangat buruk dan salah kalau ia membiarkan dirinya terlelap untuk segera tertidur. Kalau itu yang terjadi, wanita akan mengangapnya sebagai egois, membuangnya setelah keinginannya sendiri tercapai, tanpa memperdulikan lagi pasangannya.

Proses penurunan emosional wanita berjalan perlahan-lahan. Bahkan, sekalipun sudah orgasme, wanita masih sanggup dengan cepat untuk mendapatkan rangsangan dan melakukan aktivitas hunungan intim lagi dan kembali mendapatkan orgasme.

Tentu sangat bijak kalau pasangan pria dapat mengimbanginya dan tetap secara intensif melakukan perangsangan. Karena itu memiliki fisik yang kuat dan tubuh yang sehat adalah sangat penting bagi pria agar dapat memuaskan dan memberikan kebahagian secara seksual pada wanita pasangannya.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: