Home > Tuts > Harapan dan Kenyataan

Harapan dan Kenyataan

November 18, 2009 Leave a comment Go to comments

Setiap kita pasti pernah berharap akan sesuatu. Ada kalanya impian (harapan) itu akan jadi kenyataan, namun tak jarang pula kita harus menerima hasil yang berbeda bahwa kadang yang kita harapkan tidak terjadi atau malah hal sebaliknya yang terjadi. Banyak orang bilang “kadang kenyataan tak seindah (tak seperti) harapan”. Setiap kita boleh saja menyetujuinya sebagai sarana untuk menerima bahwa kadang kenyataan itu memang tak seperti harapan. Dan itu memang sering kita temui.P un kita boleh untuk tidak menyetujuinya 100%. Bukannya saya menyangkal pernyataan tersebut, namun disini saya akan memperkenalkan sedikit perubahan yang saya sebut sebagai salah satu prinsip dari “my optimizm”.

Perubahan dari pernyataan itu saya tulis menjadi ” kadang harapan butuh waktu untuk menjadi kenyataan”. Ya benar, ” kadang harapan butuh waktu untuk menjadi kenyataan”. Bagaimana perasaan anda dengan kalimat tersebut, bedakan dengan pernyataan awal diatas. Jika anda merasa biasa-biasa saja berarti anda tidak pernah bermasalah dengan harapan anda yang tidak menjadi kenyataan.

Bagi orang-orang yang sedikit banyak terpengaruh dengan masalah harapan yang tak menjadi kenyataan, maka dari pernyataan tersebut memang menimbulkan rasa yang berbeda. Pernyataan pertama memang membuat kita menerima apa yang sekarang kita hadapi, dan itu bagus karena dengan demikian kita akan sadar bahwa kita harus menerima apa yang telah di takdirkan oleh Alloh untuk saat ini. Namun sadarkah kita di sisi lain kita telah mematikan harapan kita. Kita menjadi pesimis, merasa diri ini tak memiliki kemampuan untuk mewujudkan harapan. Dan yang dikhawatirkan adalah prasangka buruk kepada Alloh, kenapa Dia tidak mengabulkan harapan kita. Na’udzubillah.

Mungkin terkesan dilebih-lebihkan (hiperbolis), namun hal seperti ini memang sering terjadi. Betapa banyak kita jumpai diantara kita berprasangka yang buruk kepada Alloh hanya karena harapan kita belum dikabulkan-Nya. Dengan demikian bukankah kita telah berputus asa dari rohmat Alloh?

Pernyataan kedua terkesan seakan-akan hanya sebagai penghibur hati bahwa apabila saat ini belum terjadi maka mungkin suatu saat akan menjadi kenyataan. Tapi bukankah itu berarti ada dalam hati ini semangat untuk berusaha lebih baik lagi. Inilah prinsip orang-orang yang optimis. Kita memang tidak punya kuasa apa-apa terhadap hasil yang kita dapatkan saat ini, namun kita akan selalu punya keyakinan bahwa suatu saat harapan kita akan menjadi kenyataan.

Dua hal yang menjadi keuntungan, pertama yaitu bahwa kita tetap ridho dan rela dengan kenyataan saat ini. Kedua kita tetap punya semangat hidup bahwa kenyataan saat ini bukan merupakan sebuah harga mati. Kita menjadi sadar bahwa mungkin ada sesuatu yang salah atau belum maksimal sehingga harapan itu belum menjadi kenyataan dan dari hal tersebut kita akan berusaha dengan lebih baik lagi. Dengan demikian kita bisa selalu berprasangka baik kepada Alloh karena menganggap ini semua adalah ujian kesabaran bagi kita dan yakin bahwa ketika diuji dan lolos maka akan naik derajat kita di hadapan-Nya. Bukankah nabi Ibrohim a.s. menunggu hingga 40 tahun hingga doa (keinginan) beliau dikabulkan?

Untuk itu kita jangan pernah merasa pesimis dalam menatap hidup ini. Yakinlah bahwa Alloh tidak akan mengecewakan hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan yakin bahwa kita dapat meraih harapan kita. Kalau bukan saat ini, Insya Alloh di waktu yang lain. Bukankah selama kita masih hidup segala kemungkinan itu pasti ada. Hanya tinggal kita tanya diri kita memilih yang mana, bersabar menanti kenyataan itu terwujud ataukah menyerah dan pasrah ketika saat ini kenyataan itu belum terwujud.

Orang-orang yang pesimis akan dengan mudah mengatakan “TIDAK terjadi”, sedangkan orang-orang yang optimis lebih suka mengatakan ” BELUM terjadi”. Bagaimanapun keputusan tetap di tangan anda.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: