Home > Religi > Dosa

Dosa

November 19, 2009 Leave a comment Go to comments

Dosa adalah perbuatan melanggar aturan agama (syar’i) yang apabila dikerjakan menimbulkan rasa bersalah dan ketidaktenangan batin serta tidak suka jika perbuatannya diketahui orang lain.

Dosa merupakan kolaborasi yang solid antara hawa nafsu (fujur) dan setan. Terkadang hawa nafsu yang berkehendak dan kemudian didukung sepenuhnya oleh setan. Atau di lain waktu setan yang berkeinginan menyesatkan manusia kemudian hawa nafsu bersepakat melalui sitem yang demokratis.

Dosa bagaimanapun kecilnya pastilah akan membawa dampak yang buruk bagi diri sang pelaku. Entah itu saat di dunia maupun di akhirat. Namun kebanyakan manusia tidak menyadarinya.

Bagi orang-orang yang diberi kejernihan hati akan dapat merasakan akibat dosa yang diperbuatnya meski kecil sekalipun. Teringat cerita seorang ustadz pondok pesantren ketika bersilaturahim ke pondokannya. Suatu saat ada seseorang yang memberi hadiah kambing ke pesantren tersebut. Setelah itu disembelih dan dihidangkan. Keesokan harinya terlihat perubahan pada santrinya. Mereka menjadi malas untuk mengaji, malas untuk bekerja. Setelah ditelusur ternyata kambing yang dihadiahkan kemarin rumput yang digunakan untuk memberi makan ternyata tercampur sedikit dengan rumput yang tidak halal.

Lain lagi dengan penuturan seseorang bahwa perbuatan dosa yang dilakukan membuat rejekinya menjadi terhambat tidak lancar sepeti biasanya. Dan akhirnya setelah bertaubat dan diiringi sedekah barulah rejekinya kembali lancar.

Begitulah dosa yang dilakukan manusia akan membawa dampak negatif bagi pelakunya. Hanya saja kebanyakan manusia tidak mau menyadari dan melakukan taubat serta perubahan.

Pada mulanya dosa yang diperbuat akan membuat nurani tertekan, menjerit dan menangis. Kemudian hawa nafsu mengatakan untuk memakluminya dan setan pun tersenyum. Dosa yang kedua kalinya akan membuat nurani merasa sedikit tertekan, hawa nafsu mengatakan untuk memakluminya lagi dan setan tertawa. Selanjutnya dosa tidak akan dirasakan sebagai sebuah kesalahan, hawa nafsu terbiasa dan setanpun semakin berkuasa atas hati manusia. Jadilah manusia itu menjadi manusia yang terbiasa dengan dosa. na’udzubillah min dzalik.

Dosa sekecil apapun nanti akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Alloh. Manusia pada saat itu tidak diterima pertaubatannya dan penyesalannya. Untuk itu selagi masih diberi kesempatan, manusia harus bertaubat atas dosanya.

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(az-zumar :53)

Syarat bertaubat cukup ringkas dan terperinci. Tak perlu adanya surat pembebasan dosa dari pemimpin agama, tak perlu membayar kepada pemimpin agama.

Syarat taubat :
1. Menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan.
2. Berjanji (dan menepati janjinya) untuk tidak mengulangi perbuatan dosa.
3. Mengiringi dengan perbuatan yang baik.
4. Kalau dosa berkaitan dengan orang lain maka harus disertai kerelaan orang lain itu agar mau memaafkan.

Dan yang terkahir mohonlah kepada Alloh agar diberi perlindungan dan kekuatan untuk dijauhkan dari dosa yang pernah dilakukan dan memohon dijauhkan pula dari dosa yang lain.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: