Home > Religi > Hidup Mulia atau Mati Syahid

Hidup Mulia atau Mati Syahid

November 19, 2009 Leave a comment Go to comments

‘Isy kariman au mut syahidan atau hidup mulia atau mati syahid. Slogan ini sering digunakan oleh para mujahid untuk mengobarkan semangat juang mereka di medan pertempuran. Tapi slogan ini sebenarnya juga harus dipakai di setiap lini kehidupan.

Hidup Mulia atau Mati Syahid. Harusnya menjadi pemicu kita untuk menjadi manusia mulai. Seperti apakah manusia mulai itu? Idealnya ya seperti Rasulullah Muhammad SAW atau setidaknya seperti para sahabat Rasul atau jika tak mampu seperti para ulama-ulama sholeh.

Pendek kata, jadilah manusia yang semulia mungkin. Berusaha sekuat tenaga dan tanpa rasa takut. Menjadi manusia mulai bukan cuma sekedar taat beribadah saja. Tapi juga berani menyuarakan kebenaran meskipun balasannya adalah kematian.

Lihatlah Alm. Munir yang berusaha agar menjadi manusia mulia. Walaupun bayarannya cukup mahal yaitu nyawa. Demikian juga dengan para pemimpin negeri dan para wakil rakyat. Demi kemuliaan hidup, mereka harus berani melawan korupsi walaupun itu akan membuat mereka susah kaya atau bahkan mungkin ancaman pembunuhan.

Menjadi hakim atau jaksa yang mulai juga harus bertekad untuk menolak sogokan. Apalagi jika tersangkanya orang penting atau petinggi TNI sekalipun. Islam itu ibarat bara api. Jika dipegang kuat kita akan terbakar, tapi jika dilepas dia akan hilang.

Jika kita senantiasa berusaha hidup dalam kemuliaan, menegakkan yang hak dan memberantas kebathilan meskipun nyawa taruhannya, maka kita sudah sejalan dengan semangat ‘Isy kariman au mut syahidan.

Saat kita meninggal dalam upaya meraih kemuliaan hidup, maka saat itulah kita telah meninggal dalam keadaan syahid.

Ingat, Rasulullahpun berperang bukan untuk menghadapi kekalahan dan kematian. Rasulullah berperang untuk menang dan untuk kemuliaan hidup. Jika Rasulullah hanya ingin mati, beliau takkan menuruti nasehat Salman Alfaritsi untuk membangun parit. Beliau juga takkan menuruti saran para sahabat untuk mengambil posisi di sumur badar.

Beliau melakukan banyak taktik perang. Tujuannya cuma satu Kemuliaan Islam. Tapi jika dalam usaha meraih kemuliaan Islam itu Allah memanggil dalam kesyahidan, maka itulah jalan terindah yang diberikan Allah bagi kita.

Maka, Hidup Mulia atau Mati Syahid bukanlah pilihan. Tapi 2 hal yang harus dilakukan bersama. berbuatlah sebaik mungkin menuju hidup mulia hingga syahid menjemput kita. Allahu Akbar!

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: