Home > Tuts > IDE

IDE

November 19, 2009 Leave a comment Go to comments

IDE bagi sebagian orang merupakan sesuatu yang langka. Banyak orang mengeluh atau bingung ketika ditanya tentang gagasan atau sebuah ide. Misalnya ketika diminta ide agar penjualan semakin meningkat banyak yang bilang “tidak tahu” atau ketika ditanya ide mengenai sebuah arsitektur baru rumah yang akan di bangun, ada yang bilang ” terserah saja bagaimana baiknya”. Seakan IDE merupakan barang mahal dan mewah yang tidak semua orang punya.

Sebenarnya apakah memang benar kita tidak punya IDE atau justru kita hanya malu untuk menyatakan IDE kita?

Pernahkah kita tiba-tiba mendapat IDE yang cemerlang, yang mungkin agak sedikit “gila” namun jika dipraktekkan akan membawa keuntungan dan perubahan yang besar? Banyak terjadi IDE muncul ketika kita tidak sedang berpikir tentang sebuah IDE, atau bahkan muncul saat kita tidak menyadarinya.
Saya yakin IDE akan selalu berseliweran di angkasa, di sekitar atmosfer kita. Wujudnya yang halus tak terlihat bisa jadi merupakan penyebab kenapa kita kadang tidak menyadari hadirnya IDE dalam diri kita. Bayangkan jika IDE berwujud seperti kelereng, kemudian ketika akan hadir, dia datang seperti luncuran peluru dari langit lalu menembus kepala kita dan tiba- tiba kita berseru ” Ahaaaa” sambil melompat kecil dan menjentikkan jari kita. Seakan-akan kita menemukan harta karun super langka yang hanya akan menjadi milik kita sendiri. Tapi untunglah IDE tidak seperti itu, soalnya orang yang kreatif dan banyak IDE pastinya kepalanya penuh benjolan.

IDE sebenarnya bisa saja menghampiri setiap orang dan bisa kapan saja. Permasalahan orang yang merasa tidak mempunyai IDE adalah tidak adanya kesempatan (setidaknya) menuliskan IDE kita.

Banyak orang mendapat IDE ketika sedang berkendara, sedang membaca koran, melihat televisi, ngobrol dengan teman, bahkan ketika sedang tiduran di bawah pohon apel seperti Newton, namun ketika waktu berlalu dan kita berganti aktifitas IDE itupun lenyap. Kita yang tadinya merasa tubuhnya bercahaya karena banyaknya IDE akhirnya merasa otaknya kosong karena ternyata IDE itu tersembunyi dalaaam sekali (akibat luncuran yang begitu cepatnya) dan badan merasa menjadi gelap lagi.

Bagaimana kita memunculkan IDE?

Sebenarnya (seperti di awal) IDE itu bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Hanya saja kita tidak cukup waktu untuk menulisnya akibatnya kita sulit mengingatnya lagi.

IDE akan muncul dimana saja dan kapan saja. Oleh karena itu agar IDE kita semakin banyak maka perbanyaklah mempelajari alam sekitar kita, berpetualanglah ke tempat yang berbeda, berbicaralah dengan banyak orang, sesekali menyepilah sendiri, bangunlah pada malam hari, perbanyak baca buku, bergaullah dengan banyak orang.

Bagaimana “menyelamatkan” IDE ?

IDE itu bisa muncul kapan saja dan dimana saja. Nah saat IDE itu datang maka TULISLAH tujuannya agar bisa DIBACA. Terserah anda mau ditulis di mana, mau di motor, baju, tembok, bungkus makanan, meja kayu, kursi sofa, buku dan lain sebagainya. Tetapi ingat jangan sampai mengganggu pandangan dan mengganggu milik orang lain.

Media yang paling baik untuk menuliskan IDE adalah buku, makanya bawalah buku kemanapun anda berada. MALU???? HARI GINI MASIH PAKAI BUKU??? kan ada HP, Blackberry, Laptop dan alat canggih lainyya???

SEKALI LAGI BUKU

Buku selamanya akan tetap diperlukan betapa canggihnya teknologi kita, disebabkan beberapa hal:
1. Buku lebih mudah dibawa, mau dilipat juga bisa menjadi pas di kantong. Kalau HP, Laptop kan tidak bisa.
2. untuk membaca tinggal dibuka saja. Beda dengan HP dan Laptop harus menghidupkan dulu.
3. Buku hemat energi karena tidak memakai baterai jadi tidak khawatir jika pergi ke daerah terpencil dan tidak ada listrik.
4. Buku mudah di dapat dan diperoleh plus murah lagi.

Bawalah buku dan tentunya alat tulis semisal pensil atau pena dan bersiap-siaplah anda akan lebih lama melompat kegirangan, lebih lama menjentikkan jemari, dan pastinya bisa merasa badannya bersinar lebih lama dan tidak padam menjadi hitam legam.

Bacalah buku IDEmu sesekali jika terlupa atau tetap untuk membangun IDE yang lebih baik lagi.

Selamat ber IDE ria

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: