Home > Religi > Kapankah Jihad Fisik Diperlukan?

Kapankah Jihad Fisik Diperlukan?

November 19, 2009 Leave a comment Go to comments

Aksi bom bunuh diri yang kesekian kalinya kembali membawa luka bangsa yang sudah mulai sembuh. Aksi yang bukan hanya membawa korban jiwa, materi dan moral ini turut serta menyeret kepercayaan internasional terhadap negeri ini. Yah, alasan yang diambil oleh para pelaku bom bunuh diri mungkin bisa dibenarkan dari satu sisi lain, tapi aksinya yang terburu-buru dan tanpa memperhitungkan efek negatif dibalik ini membuat aksi mulia ini menjadi bahan hinaan semata.

Jihad memang banyak macamnya. Dan yang terbesar adalah Jihad fi nafsi atau jihad melawan hawa nafsu. Dan banyak sekali umat Islam yang kalah dalam perang besar ini. Tapi dalam konteks jihad fisik atau peperangan, jihad bukan semata-mata tindakan membunuh musuh tanpa perhitungan. Rasulullah sendiri mencontohkan adanya strategi, perhitungan dan taktik agar dapat memenangkan pertempuran.

Masih kuat dalam ingatan kita, bagaimana dulu sahabat Salman Al Farisi yang melantangkan Laa ilaaha illallah di ka’bah pada awal masuknya Islam. Bisa ditebak, dia langsung dihajar oleh kaum musrikin Mekkah. Untung adalah Hamzah yang menyelamatkannya.

Saya yakin, Rasulullah siap saja disuruh perang saat itu juga. Masak Salman aja berani, Rasulullah tidak sih? Tapi tentunya manusia mulia ini juga punya perhitungan-perhitungan. Diantaranya adalah masih belum kuatnya kekuatan kaum muslimin waktu itu.

Maka, jika kita ambil ibrahnya untuk saat ini. Kaum muslim sedang dalam posisi kurang menguntungkan untuk memulai pertempuran. Jangankan melawan Amerika, melawan Israel yang luas negaranya tak lebih besar dari pulau Jawa aja kita belum mampu.

Umat ini masih terpecah-pecah dan masih rapuh persatuannya. Kita mudah sekali tersulut hanya karena perbedaan cara shalat. Tanpa persatuan yang kuat, perjuangan mengembalikan khilafah al Islamiyah hanya pepesan kosong belaka. Rasulullah membangun khilafah Islamiyah bukan dengan serangan ngawur dan melakukan bunuh diri. Musuh yang dihadapi beliau 3 kali lebih banyak dan bersenjata lengkap. Bukan orang yang sedang enak makan-makan di restoran.

Buat saudara-saudaraku yang saat ini memiliki cita-cita mulia menegakkan kalimat Allah di bumi ini. Cobalah antum pikirkan kembali strategi perjuangan yang sedang antum jalani sekarang. Musuh kita sangat kuat, maka kita juga harus memperkuat diri dulu. Sungguh sayang nyawa-nyawa yang melayang tanpa hasil nyata.

Islam pernah besar lewat pertempuran. Tapi Islam juga pernah berjaya dengan ilmu pengetahuan. Pengaruh ajaran-ajaran para ilmuwan Islam bahkan senantiasa dipakai sampai sekarang. Mari kita merenungkan kembali. Siapkan diri, siapkan hati. Bersabarlah dan bersiap siagalah !!

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: