Home > Tuts > Menghadapi Kekurangan Pasangan

Menghadapi Kekurangan Pasangan

November 22, 2009 Leave a comment Go to comments

Semakin lama menjalani suatu hubungan, tentunya kita semakin kenal dengan pasangan kita. Dan karena itu kita jadi semakin tahu apa kelebihan dan kekurangan pasangan. Biasanya kekurangan pasangan kerap kali menimbulkan kejengkelan dan ujung-ujungnya perselisihan bila tak ditangani dengan benar. Lalu bagaimana ya caranya agar kekurangan pasangan tak lagi jadi bahan pertengkaran? YUk simak yang berikut ini..

Jika Anda mulai dihadapkan pada kekurangan pasangan, salah satu yang akan muncul di kepala adalah suatu hal yang kurang menyenangkan. Tapi bukan tak mungkin kekurangan justru menjadi salah satu daya tarik dalam hubungan Anda.

Sudah selayaknya sebagai pasangan suami-istri yang terikat janji pernikahan berusaha untuk menerima kelebihan maupun kekurangan pasangan. Karena kedua hal tersebut merupakan satu paket yang sudah harus Anda terima ketika memutuskan untuk menikahi pasangan. Gampang-gampang susah jika kebetulan Anda mendapat pasangan yang sulit beradaptasi dengan kelemahan Anda, atau sebaliknya.

Sebenarnya, keikhlasan Anda menerima pasangan dengan segala kekurangannya dapat Anda pelajari ketika masih dalam tahap pendekatan maupun pacaran. Secara tak langsung, sedikit demi sedikit seharusnya pasangan mampu menunjukkan kekurangannya selain tentu saja menonjolkan kelebihannya. Sejauh mana Anda mampu menerimanya, kembali lagi dibutuhkan komunikasi dan kejujuran yang baik antara kedua belah pihak, dan satu lagi adalah komitmen untuk saling menerima.

Beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk berterus terang, antara lain:
1. Buatlah semacam curriculum vitae untuk diri Anda sendiri dengan mendeskripsikan diri Anda apa adanya, seobjektif mungkin. Garis bawahi kekurangan yang Anda rasa cukup sulit dikompromikan dengan pasangan. Tak perlu membuka kekurangan Anda di hadapan pasangan. Usia perkawinan tak menjamin pasangan sudah mengenal Anda luar-dalam.

2. Keinginan Anda terhadap pernikahan. Misalnya, katakan terus terang bahwa Anda tidak ingin pernikahan ini membuat aktivitas Anda terhenti, bahkan sebaliknya, Anda ingin didukung. Atau, katakan Anda bersedia menjadi istri di rumah dan melepaskan semua aktivitas. Apa pun keinginan Anda, katakanlah secara terns terang pada pasangan. Sebaiknya hal ini dilakukan sebelum pernikahan terjadi, namun jika telah terlanjur, keterusterangan menjadi kunci utamanya.

3. Diskusikan keberatan Anda terhadap kekurangannya. Misalnya pasangan sering terlambat dalam melakukan apa pun, cobalah diskusikan dan cari solusi bersamanya.

4. Ikhlas dan cobalah menerima kekurangannya. Anda tak pernah tahu, kan, jika ternyata pasangan sebenarnya sulit menerima kekurangan Anda, tapi ia mau berusaha mencoba mengalah dan berdamai dengan kekurangan Anda.

5. Jangan pendam kekesalan Anda jika ada masalah dengan kekurangan pasangan. Lebih baik keluarkan, tanpa emosi, ketimbang Anda harus memendamnya. Hal ini justru dapat membuat Anda menjadi antipati, yang bisa berujung pada konflik besar dengan pasangan.

Jika cara-cara tersebut telah Anda coba terapkan, resep jitu terakhir tak lain adalah ikhlas menerima pasangan apa adanya. Seburuk apa pun pasangan, dialah orang yang Anda pilih untuk menjadi pendamping hidup, kepala keluarga bahkan ayah dari anak-anak Anda. Sebaliknya cobalah berpikir menjadi pasangan dan bagaimana ia menghadapi Anda dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pasti sama sulitnya. Ingat, bagaimanapun manusia tak ada yang sempurna.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: