Home > Sex > Pria Suka Gonta Ganti Pasangan?

Pria Suka Gonta Ganti Pasangan?

November 22, 2009 Leave a comment Go to comments

Mungkin terkadang kita bertanya-tanya mengapa pria suka gona ganti pasangan? Apakah karena kurang puas terhadap wanita yang menjadi pasangannya itu? Atau memang sifat dasar kaum pria yang egois terhadap cinta?

Menurut psikolog, hal ini wajar terjadi, karena merupakan bagian dari tahap perkembangan manusia. Berdasarkan teori Papalia & Olds, tahap perkembangan manusia terdiri dari beberapa tingkatan. Di mulai dari tahap prenatal, bayi, anak-anak awal, anak-anak akhir, pubertas, remaja, dewasa awal, dewasa madya sampai usia lanjut.

Masa pubertas dan dewasa awal merupakan masa di mana mereka membentuk identitas diri dan mulai bersosialisasi. Dengan demikian, di masa inilah mereka bebas memilih teman baik yang sejenis maupun lawan jenis. Sementara itu, masa pubertas merupakan masa di mana seseorang mulai mendapatkan perkembangan seksual yang matang. Masa pubertas pada pria mulai ditandai dengan mimpi basah, sementara pada wanita dengan menstruasi.

Pembentukan pada masa remaja akan memberi dampak kematangan dan kepribadian yang akan dilanjutkan pada tahap dewasa awal. Adapun tugas perkembangan di tahap dewasa awal adalah mencari pasangan, menentukan pilihan untuk pendidikan dan karier.

Bila seorang pria berada dalam posisi cinta segitiga, terdapat banyak faktor yang menjadi penyebabnya, yaitu berasal dari faktor internal dan eksternal. Adapun faktor internal merupakan kematangan seseorang berdasar pola asuh dan perjalanan diri pribadi.

Di dalam hidup manusia itu memiliki standar atau kriteria yang muncul dari masa lalunya. Karena itu, seorang pria biasanya mencari pasangan yang kurang lebih mirip dengan ibunya. Sementara itu, tingkat pendidikan, aktivitas di organisasi atau karier yang ditempuh menjadi bagian dari faktor eksternal.

Sementara itu faktor utama yang menyebabkan seseorang menjalin hubungan cinta segitiga itu adalah karena kebutuhan dan keinginan. Nah, biasanya faktor utama yang menyebabkan seseorang berada dalam posisi cinta segitiga itu adalah lebih besarnya keinginan daripada kebutuhan.

Pada akhirnya, terbentuklah perilaku seksual yang dapat dipicu oleh karier seseorang, tingkat pendidikan, faktor sex, dan keluarga.

Di Indonesia tidak menganut nuclear family (keluarga inti), namun umumnya kita menganut pada extended family (keluarga besar). Sehingga biasanya seringkali keluarga turut campur dalam hal pemilihan pasangan hidup.

Perilaku membagi perasaan dengan pasangan lain bila ditilik dari ilmu psikologi sah-sah saja dilakukan. Hal ini dikarenakan akan memberi dampak tingkat sosialisasi yang bagus dan terealisasinya pemenuhan kasih sayang seseorang.

Tetapi, lanjutnya, dalam hal perilaku itu tidak baik. Karena seseorang yang berada dalam posisi cinta segitiga itu tidak komitmen dengan ikatan percintaan dengan pasangannya. Sehingga memicu perilaku berbohong yang terus menerus dilakukan menjadi sebuah split personality (kepribadian ganda).

  1. November 24, 2009 at 5:24 pm

    yihaaaaaaaaaaaaaaa…
    cewe juga banyak nyang gonta ganti pasangan gan….

    salam kenal…

  2. November 24, 2009 at 6:07 pm

    iya,… tapi dari skala prosentase and data stastistik di kantor sensus penduduk, keknya masih banyakan cowoknya🙂 btw makasih dah comment dan salam kenal juga gan😛

  3. June 2, 2012 at 8:46 am

    wui wui wui ,
    playboy vs play gril

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: