Home > Love > Bila Si Dia Terlalu Mendominasi

Bila Si Dia Terlalu Mendominasi

November 24, 2009 Leave a comment Go to comments

Akui saja, dalam suatu hubungan asmara pasti ada pihak yang memegang kendali. Entah kendali itu dipegang oleh pria atau wanita, pastinya ada salah satu pihak yang mendominasi dalam hubungan tersebut. Bila saat ini Anda merasa bahwa pasangan terlalu mendominasi dalam hidup Anda sehingga ruang gerak Anda jadi terasa sesak, mungkin sudah waktunya Anda melakukan introspeksi dan coba simak yang berikut ini..

Anggapan Dominasi Lelaki
Coba ingat kembali apa yang membuat Anda berpikir bahwa lelaki memiliki kontrol dalam hubungan Anda? Apakah karena mereka menentukan tujuan kencan setiap minggu? Atau mereka yang selalu memutuskan sesuatu ketika hubungan kalian menemui masalah?

Faktor pertama yang mempengaruhi pandangan bahwa lelaki menjadi pihak dominan dalam hubungan adalah tradisi patriakal di masyarakat. Sudut pandang konservatif ini menempatkan lelaki sebagai pihak yang mengambil keputusan atau memiliki kuasa dan perempuan hanya menjadi pengikut.

Faktor lainnya adalah ego laki-laki sebagai kaum yang lebih kuat, ingin menjadi pahlawan dan bisa diandalkan, menjadi salah satu alasan utama yang mendasari sikapnya yang ingin mendominasi hubungan.

Perempuan dan Kontrol
Mengutip sebuah pepatah yang mengatakan jika lelaki adalah kepala maka perempuan adalah leher yang memiliki kuasa untuk memutar kepala. Buka mata Anda dan lihat situasi dengan sudut pandang dari dua pihak.

Jika Anda lihat kembali pertengkaran yang terjadi antara Anda dan pasangan, dan memahami pertengkaran itu dari sudut pandangnya, Anda akan mengerti bahwa pasangan bersikap penuh kontrol hanya karena mereka ingin melindungi Anda.

Anda sebagai perempuan sebenarnya memegang “kendali” dalam hubungan. Lelaki bertindak sesuai apa yang mereka lihat. Jika Anda memposisikan diri sebagai perempuan yang bergantung pada lelaki maka sikap yang akan mereka terapkan kepada Anda adalah sikap dominan yang mungkin sedikit mendikte karena mereka melihat dirinya sebagai panutan bagi Anda.

Namun jika Anda memposisikan diri sebagai pasangan sederajat, individu mandiri, dan cerdas saat diajak diskusi, mereka juga akan bersikap sama. Jangan takut untuk mengemukakan pendapat. Jika Anda dapat menyampaikan pemikiran Anda dalam sudut pandangnya, dia mungkin akan melihat kebenaran dari pemikiran Anda dan siapa tahu justru mengubah keputusannya.

Mestinya setelah itu, Anda bisa membuat kesimpulan tentang pihak yang memegang kendali dalam hubungan itu, bukan?

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: